MAGELANG – Pemerintah Kota Magelang melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menyelenggarakan Pembekalan bagi PNS di Lingkungan Pemerintah Kota Magelang yang Akan Memasuki Purna Tugas Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Januari sampai dengan 1 Desember 2027. Kegiatan berlangsung pada Selasa (3/11/2026) pukul 10.00 hingga 16.00 WIB di Hotel Puri Asri Magelang.
Mengusung tema “Pensiun Bahagia, Hidup Bermakna: Siap Mental, Matang Finansial dan Tetap Produktif”, pembekalan ini diikuti 121 PNS yang akan memasuki masa purna tugas. Peserta terdiri atas 4 pejabat pimpinan tinggi pratama, 10 pejabat administrator, 16 pejabat pengawas, 63 pejabat fungsional (37 guru, 17 tenaga kesehatan, dan 9 pejabat fungsional lainnya), serta 28 pejabat pelaksana.
Acara diawali dengan pembukaan oleh Kepala BKPSDM Kota Magelang, Anita Diah Lestari, S.E., M.Ec.Dev.. Dalam sambutannya, Kepala BKPSDM menyampaikan bahwa pembekalan ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah Kota Magelang agar para ASN dapat memasuki masa pensiun dengan persiapan yang matang, baik secara mental, finansial, maupun sosial.
Sesi pertama diisi penyampaian motivasi menjelang pensiun oleh narasumber Rafika Nur Kusumawati, S.Psi., M.A., dosen Fakultas Psikologi Universitas Sebelas Maret. Peserta diajak menyiapkan kesehatan mental dan menyikapi pensiun sebagai awal babak kehidupan baru, bukan akhir dari produktivitas.
Selanjutnya, materi perbankan disampaikan oleh dua narasumber dari Bank Jateng, yaitu Emy Masruroh dan Krisna Yuli Pramudya. Materi ini membekali peserta dengan pengetahuan untuk mengelola keuangan pada masa pensiun secara bijak.
Pada sesi berikutnya, Wali Kota Magelang H. Damar Prasetyono dan Wakil Wali Kota Magelang dr. Sri Harso, M.Kes., Sp.S. memberikan apresiasi kepada para PNS atas pengabdian mereka selama bertugas di Pemerintah Kota Magelang. Wali Kota juga menyampaikan materi pembekalan dan motivasi kewirausahaan.
Wali Kota mengajak para calon purna tugas mengubah pola pikir tentang pensiun. Menurutnya, pensiun bukan akhir dari produktivitas, melainkan kesempatan untuk berkarya dengan cara yang berbeda. Pengalaman, kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, dan jejaring yang diperoleh selama menjadi ASN dinilai menjadi modal berharga untuk menjalankan kegiatan produktif setelah pensiun.
Dalam paparannya, Wali Kota mendorong peserta untuk berani mengenali potensi dan peluang usaha sesuai kemampuan masing-masing, seperti usaha kuliner, pertanian dan peternakan, perdagangan, jasa, hingga pemanfaatan teknologi digital. Peserta juga diingatkan agar memulai dari skala kecil, mengelola manfaat pensiun dan tabungan secara bijaksana, memisahkan keuangan keluarga dari keuangan usaha, serta berhati-hati terhadap pinjaman tidak terukur dan penawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tidak wajar.
Wali Kota menambahkan bahwa kegiatan setelah pensiun hendaknya tidak semata-mata berorientasi pada penghasilan, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat serta tetap menyeimbangkan waktu untuk keluarga, kesehatan, dan ibadah. Para calon purna tugas juga diajak menjaga integritas dan nama baik sebagai mantan ASN, serta menyambut masa pensiun dengan optimisme dan perencanaan yang matang.
Acara ditutup dengan materi Ketaspenan oleh PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Semarang. Narasumber dari Taspen, Dwiky Aulia Bramanto, memberikan penjelasan mengenai hak-hak peserta terkait program pensiun dan tabungan hari tua, serta tata cara pengurusannya.
Melalui kegiatan ini, BKPSDM berharap para calon purna tugas dapat memasuki masa pensiun dengan siap mental, matang secara finansial, serta tetap produktif dan bermanfaat bagi keluarga maupun masyarakat. (LIC)
